<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Feliris</title>
	<atom:link href="http://feliris.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://feliris.wordpress.com</link>
	<description>Aku dan bintang kecil ku</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 05:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='feliris.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Feliris</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://feliris.wordpress.com/osd.xml" title="Feliris" />
	<atom:link rel='hub' href='http://feliris.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nyanyian Hati</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/nyanyian-hati/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/nyanyian-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 12:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Omelan qu`]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Malam gelap telah hadir menyapaku. Sang kodok pun mulai bernyanyi sendu diiringi lantunan gemericik air hujan yang turun dengan mesra nya. Bertanda nyanyian kesunyian hati akan ku dengar lagi. Seolah-olah mengerti suasana hatiku yang merasa hampa saat malam tiba tanpa bintang. Dia masih saja malu dan bersembunyi di balik awan hitam. Ku coba tuk menutup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=41&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Malam gelap telah hadir menyapaku. Sang kodok pun mulai bernyanyi sendu diiringi lantunan gemericik air hujan yang turun dengan mesra nya. Bertanda nyanyian kesunyian hati akan ku dengar lagi. Seolah-olah mengerti suasana hatiku yang merasa hampa saat malam tiba tanpa bintang. Dia masih saja malu dan bersembunyi di balik awan hitam.</p>
<p>Ku coba tuk menutup mata. Berharap aku bisa meleyapkan kehampaan hati karena bintang tak kembali hadir menyapaku malam ini. Sekuat hati menendang rasa hampa itu pergi jauh-jauh dari hatiku. Ku ingin damai yang kan tercipta walau tanpa bintang. Tapi, mengapa rasa rindu yang merasuk ke dalam kalbu? Seakan percuma, apapun yang ku lakukan untuk membunuh rasa itu dan kembali kuatkan hati agar terhindar dari kerinduan hati. Tetap saja bintang itu terus menari-nari di dalam hati, pikiran dan perasaanku. Dia berhasil bermain-main di hatiku. Membuat aku semakin bodoh kehilangan akal sehat untuk berpikir bahwa bintang akan hadir di saat titik-titik air turu dari langit.</p>
<p>Lalu ku bisikkan kata-kata kepada angin malam, moga ia dapat menyampaikannya kepada bintangku.</p>
<blockquote><p>&#8220;Bintang di langit&#8230;</p>
<p>Sungguh pesonamu menyita hati, pikiran dan perasaanku.</p>
<p>Mengurung aku dalam tembok-tembok rindu yang jauh di relung hatiku.</p>
<p>Di dalam batas asa yang mungkin tak akan pernah menjadi nyata&#8221;.</p>
<p>Kata-kata ini ku rangkai untuk seseorang. Aku sangat merindukannya. Ntah kapan aku bisa kembali menyapanya kembali. Moga anngin malam benar-benar menyampaikan pesanku untuknya.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=41&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/nyanyian-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayunda</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/ayunda/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/ayunda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 12:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kursi Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah tentang sahabatku yang paling baik hati sedunia, paling hitam tapi tetap cakep (hihihi&#8230;),  dan pintar (mmm, benar ga ya?? Boleh juga lah dibilang pintar, walau dikit. Hehehe). Dia adalah seorang sahabat yang selalu ada buat orang terdekatnya saat situasi apapun. Ketika sedih, dia akan menghapus air mata yang mengalir. Saat kecewa menghampiriku, dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=39&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah tentang sahabatku yang paling baik hati sedunia, paling hitam tapi tetap cakep <em>(hihihi&#8230;)</em>,  dan pintar <em>(mmm, benar ga ya?? </em><em>Boleh juga lah dibilang pintar, walau dikit. </em><em>Hehehe)</em>. Dia adalah seorang sahabat yang selalu ada buat orang terdekatnya saat situasi apapun. Ketika sedih, dia akan menghapus air mata yang mengalir. Saat kecewa menghampiriku, dia datang tuk mengusirnya. Ketika amarah merasuki diriku <em>(ga sampai kesurupan ya, hehehe)</em>, dia akan segera menenangkanku. Bagaikan air yang mengalir di saat kemarau panjang, adem banget di hati. Aku merasa menjadi orang yang sangat rapuh ketika berhadapan dengan masalah <em>(pasti KO berkali-kali dulu baru bisa menang menyelesaikan masalah)</em>, apalagi persoalan cinta. Ga jarang dia menjadi inspirasiku dalam menulis, karya-karyanya keren abis terutama tentang cinta. Tapi kali ini aku ga bercerita tentang alunan cintaku, aku akan  bercerita tentang cinta sahabatku. Ya, sahabatku <em>&#8220;Ayunda&#8221;.</em> Nama itu sering dicantumkan setelah ia selesai merangkai kata-kata.</p>
<p>Waktu berlalu sudah cukup lama, lebih kurang sekitar empat tahun yang lalu. Ketika sahabatku merasa dirinya hancur tak berdaya karena ditinggal cintanya. Cinta yang sangat diagung-agungkan dalam hidupnya selama dua tahun. Begitu banyak harapan yang telah tertuang di pikirannya bersama cinta untuk dilewati bersama. Namun, hanya butuh sekejap mata cinta mampu berpaling meninggalkan sahabatku untuk berkunjung ke taman tetangga yang rumputnya lebih hijau. Tanpa belas kasihan, sahabatku pun dicampakkan dari kehidupan cinta, terhapuskan namanya dari hati cinta.</p>
<p><span id="more-39"></span></p>
<p>Seperti lagu Afgan:</p>
<blockquote><p>&#8220;terlalu sadis caramu, menjadikan diriku, pelampiasan cintamu, agar dia kembali padamu, tanpa peduli sakitnya aku&#8230;&#8230;&#8230;..&#8221;.</p></blockquote>
<p>Begitulah kira-kira gambaran hancurnya hati sahabatku. Sejak kejadian itu sampai sekarang, aku melihat berbagai kerapuhan mewarnai hari-harinya. Aku heran, mengapa sahabat yang bisa membuatku tegar dikala aku ditempur berbagai masalah cinta sekarang malah menjadi seperti aku dan malah lebih dari aku yang tak bisa menguasai lagi hatinya sendiri agar bisa menata hatinya kembali yang makin lama makin mencair. Pertanyaan yang pernah terlontar dariku kembali ku utarakan. Mengapa orang di masa lalu masih saja bisa menjajah hati kita? Seolah-olah mereka menguasai setiap wilayah hati kita sehingga kita tak pernah terbebas untuk bisa melupakan orang di masa lalu itu. Haduh&#8230;</p>
<p>Berbagai cara telah dilakukan untuk melupakan masa lalunya. Hal yang pertama aku coba untuk membuka hati dan pikirannya bahwa semuanya akan kembali normal. Dia akan tetap menjadi orang yang akan dipenuhi cinta tanpa cinta yang dulu. Dia pasti bisa menyelamatkan hatinya sendiri agar tak tenggelam dan larut dalam masa lalu. Aku terus memberinya kekuatan-kekuatan yang pernah dia berikan kepadaku.</p>
<p>Ya, perubahan itu sedikit demi sedikit aku rasakan. Dia mulai mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk cinta yang lain. Aku senang, dia berhasil untuk bangkit lagi. Tapi&#8230;. Ternyata rasa senangku hanya beberapa saat karena hubungan itu tak lama. Sahabatku bercerita bahwa ternyata dia tak dapat merasakan indahnya cinta yang seperti dulu. Dia tak mendapatkan kedamaian yang pernah dirasakannya di masa lalu. Saat itu aku kembali menjadi dokter cinta, menyembuhkan hatinya yang mulai tenggelam ke masa lalu. Semua kata-kata penyemangat dari berbagai dunia telah ku beri kepadanya. Ampuh&#8230; Dia kembali sadar bahwa dia tak boleh lagi larut dalam masa lalu. Tetapi kembali ke cerita yang tadi, dia mencoba membuka hati dan kembali menutup hati karena alasan yang sama, &#8220;ga merasa nyaman seperti di masa lalu&#8221;.</p>
<p>Sekarang, dia kembali curhat padaku. Dia dekat dengan cinta, tapi sampai sekarang dia belum yakin dengan perasaannya sendiri. Dilanjutkan atau diakhiri. Aku tak mampu untu menjawab pertanyaan itu, karena aku tak mempunyai hak untuk menjawabnya. Aku hanya bisa mengatakan:</p>
<blockquote><p>&#8220;Pertanyaan hati hanya dapat dijawab oleh hati itu sendiri. Sebelum kamu benar-benar meyakinkan diri untuk beranjak pergi dari masa lalu dan mencoba terus memasuki dunia yang lain, kamu akan terus terperangkap dengan kebimbangan. Masa lalu bukan untuk dilupakan ataupun dikenang, karena semakin kita mencoba melupakan masa lalu, maka ia akan terus hadir untukmu. Bertanyalah pada hatimu, ketika telah menemukan jawabannya maka yakinkan itu untuk dijalankan.&#8221;</p></blockquote>
<p>Kata-kata yang lain pun ku coba rangkaikan khusus untuk sahabatku.</p>
<blockquote>
<p align="center"><strong>Ayunda Terkasih</strong></p>
<p align="center">Ayunda terkasih adalah sebuah nama yang dia cipta</p>
<p align="center">Atas nama cinta kepada seorang wanita</p>
<p align="center">Wanita yang dia cintai dan menjadi inspirasi sepanjang masa</p>
<p align="center">Dia pernah berkata</p>
<p align="center">&#8220;Aku hanya manusia biasa yang menyatukan kata-kata ke dalam prosa,</p>
<p align="center">yang mencurahkan isi hati dan perasaanku dalam ketidakpastian,</p>
<p align="center">dalam kekalutan hati yang tertuang menjadi kalimat-kalimat indah</p>
<p align="center">berbentuk prosa-prosa atas nama cinta&#8221;</p>
<p align="center">Itu semua adalah keikhlasan hati untuk mencintai cinta</p>
<p align="center">Keinginan hati untuk selalu menjaga cinta</p>
<p align="center">Kepastian hati untuk selalu berada dalam cinta</p>
<p align="center">Dia kuat karena cinta</p>
<p align="center">Ketika cinta beranjak pergi darinya</p>
<p align="center">Menghilang tanpa meninggalkan sebuah penyesalan</p>
<p align="center">Yang tertinggal hanya kegalauan hati</p>
<p align="center">Dan kini dia hancur tanpa cinta</p>
<p align="center">Hai Ayunda terkasih&#8230;</p>
<p align="center">Ingatkah dengan kata-kata yang pernah kau titip untukku?</p>
<p align="center">&#8220;Kau terlalu naif dan posesif  menjalani semua rintangan masalahmu yang terhayut dalam satu badai asmaramu&#8221;</p>
<p align="center">Sekarang&#8230;</p>
<p align="center">Ku titipkan kembali kata-kata ini untukmu</p>
<p align="center">Apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi</p>
<p align="center">Semua menjadi rahasia Nya</p>
<p align="center">Yakinkan hati untuk bisa mendapatkan jawaban apa yang sebenarnya kamu inginkan</p>
<p align="center"><!--more--></p>
<p align="center">
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=39&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2009/01/13/ayunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Endy Terkasih</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/endy-terkasih/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/endy-terkasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 12:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kursi Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Tit tit tiiiiiit&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8220;Tiyuuus&#8230;&#8230; Aa&#8217; dah datang nih, dek. Cepatan dunk!!&#8221; teriakan Endy dari dalam mobil kodok ungu kesayangannya. Aku pun buru-buru memakai sepatuku dan langsung menuju mobil butut kesayangan sobatku yang satu itu. Ternyata sudah ada Vida yang lebih dulu nongkrong di mobil itu. &#8220;Cerewet banget sih jadi cowok. Lagian ngaku-ngaku Aa&#8217; aku, Aa&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=29&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Tit tit tiiiiiit&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8220;Tiyuuus&#8230;&#8230; Aa&#8217; dah datang nih, dek. Cepatan dunk!!&#8221; teriakan Endy dari dalam mobil kodok ungu kesayangannya. Aku pun buru-buru memakai sepatuku dan langsung menuju mobil butut kesayangan sobatku yang satu itu. Ternyata sudah ada Vida yang lebih dulu nongkrong di mobil itu.</p>
<p>&#8220;Cerewet banget sih jadi cowok. Lagian ngaku-ngaku Aa&#8217; aku, Aa&#8217; dari mana??&#8221; celotehku sambil naik mobilnya.</p>
<p>&#8220;Aa&#8217; dari Hongkong&#8230;&#8230;&#8221; jawabku dan Vida serentak.</p>
<p>&#8221; Eh, udah pernah dengar cerita&#8230;.. &#8221; tanya Endy belum selesai.</p>
<p>&#8220;Udah&#8221; jawabku dan Vida barengan lagi.</p>
<p>&#8220;Mau dengar cerita Ndy ga sih?&#8221; tanyanya dengan nada ngambek.</p>
<p>&#8220;Iya deh, apaan sih aa&#8217; ku?&#8221; tanyaku lagi sambil memeluknya dari belakang jok kursi mobilnya.</p>
<p>&#8220;Kemarin tuh ada yang curhat ma Ndy, ada cewek Jawa kawin dengan cowok Batak. Lalu di malam pertama mereka, si cewek bilang&#8230;.&#8221; Endy menggantungkan ceritanya.</p>
<p>&#8220;Pasti porno nih&#8221; kataku ketus.</p>
<p>&#8220;Yee, Ndy kan belum selesai cerita. Terus si cewek bilang &#8216;udah toh mas&#8230;! Udah toh mas..!&#8217; Terus si cowok bilang &#8216;Bah! Siapa Tomas, aku nih Tobing! Selingkuh kau ya?&#8217;lanjut Ndy kemudian.</p>
<p>&#8220;Hahahaha&#8230;.&#8221; Tawa kami pun pecah saat itu.</p>
<p>&#8220;Bo&#8217;ongan kan ceritanya?&#8221; tanya Vida sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Iya, Ndy nyontek dari buku.&#8221; Jawabnya dengan bangga.</p>
<p>Dasar, temanku satu ini emangsok lucu gitu padahal garing banget kan ceritanya. Mana hasil contekkan lagi. Tiba-tiba perasaanku jadi ga enak.</p>
<p>&#8220;Tunggu tunggu. Ndy, nih mobil udah di servis kan?&#8221; tanya ku.</p>
<p>&#8220;Tenang Tiyus, Udah aa&#8217; servis kok kemarin. Dijamin ga bakal dorong lagi deh.&#8221; Jawabnya sambil memainkan matanya ke arah ku.</p>
<p>Tiba-tiba mobil Endy ngadat dan berhenti di tengah jalan.</p>
<p>&#8220;Loh, napa lagi nih Ndy? Baru aja ditanya kok dah ngulah.&#8221; Kataku.</p>
<p>&#8220;Ga tau nih.&#8221; Sambil garuk-garuk kepala lalu tersenyum ke arah aku dan Vida. Tanpa dia berkata aku dan Vida pun mengerti kalau kami harus ngedorong mobil tua kesayangannya itu. DASAR MOBIL BUTUT.</p>
<p>Begitulah setiap harinya kisah persahabatan kami. Aku yang punya badan kecil selalu dipanggil TIYUS (Tia kuyus). Itu julukkan dari si mulut besar Endy. Endy temanku dari SMP dan bareng lagi waktu SMA. Cowok yang paling ganteng di sekolah, yang menjadi pujaan setiap cewek-cewek. Kadang aku pengen muntah kalau dia udah dipuji-puji sama cewek-cewek. Padahal kalau aja cewek-cewek itu tau kalau Endy tuh comel banget, pasti pada kabur semua. Nah. kalau temanku Vida beda lagi, cewek satu ini tuh lembut banget, pintar, cantik, sabar kalau sedang berhadapan dengan comelnya Endy. Dia teman dekat aku dari SD bahkan SMP dan SMA pun bareng lagi. Cuma dia deh yang betah berteman dengan aku yang tomboy, pemalas dan ga pernah bisa dandan.Hehehe jadi malu. Terus, karena kami bertiga dekat banget, teman-teman sekolahku juluki kami keluarga bahagia. Mengapa? Karena istri tua dengan istri muda adem ayem. Aku istri tuanya dan Vida istri mudanya. Amit-amit cabang bayi, jangan sampai deh jadi istri si comel itu.</p>
<p>Hampir enam tahun aku dan Endy sahabatan. Sebentar lagi kami bertiga tamat sekolah, aku pengen melanjutkan kuliah di UGM ambil Psikologi, Vida dan Endy mau ambil kedokteran di UI. Banyak yang bertanya ma aku, &#8216;kenapa ga di jadikan pacar aja, kan dia baik, kan dia ganteng.&#8217; Wuih malas banget dengarnya. Tiba-tiba si comel datang nimpuk aku pake bola kakinya.</p>
<p>&#8220;Yus, kok ngelamun. Ntar malam jalan yuk. Ndy pengen banget makan bakso mang Ujang. Mau ya. Okey.&#8221; ajaknya agak maksa.</p>
<p>&#8220;Ajak Vida ya.&#8221; Pintaku.</p>
<p>&#8220;Ga usah deh, Ndy pengen berdua aja ma istri tua Ndy.&#8221; Katanya sambil merangkul bahuku.</p>
<p>&#8220;Ya udah, jemput aku jam 7 tapi ga pake acara dorong lagi ya!&#8221; kataku sambil melototkan mataku.</p>
<p>&#8220;Beres bos, ntar malam kita naik kereta cepat Ndy.&#8221; Katanya dengan bangga. Aku Cuma manyun, apanya yang cepat kalau perginya naik Vespa, sama aja kale dengan naik mobil bututnya. Ganteng-ganteng bawaannya butut melulu.</p>
<p>&#8220;Enak ga, Yus? Kok makannya dikit banget? Lagi diet nih, mo susut gimana lagi sih yus?&#8221; ledeknya ngeliat aku yang biasanya hoby makan bakso tapi malam ini ga bisa habisi satu mangkok bakso. Ga tau napa, perasaan sedih menghadapi perpisahan itu semakin terasa di benakku. Aku begitu takut kehilangan sahabat-sahabatku.</p>
<p>&#8220;Teman dekat boleh dunk pegangan tangan? Sini Endy mau tunjukkan sesuatu.&#8221; Katanya begitu lembut, ga biasanya dia begitu dan aku pun ga menolak saat jemariku di genggamnya. Dan megapa jantungku berdetak kencang ya?</p>
<p>&#8220;Lihat deh, di antara bintang itu ada satu bintang yang terang banget dan paling besar.&#8221; Katanya sambil menunjuk satu bintang yang berkelip.</p>
<p>&#8220;Ntar kalau kita udah jauh, kalau kangen ma Ndy, pandangi aja langit, cari bintang yang paling terang, lalu pejamkan mata, buatlah permintaan dalam hati, dan setelah itu buka mata Tia, Ndy pasti ada di situ.&#8221; Katanya sambil tetap melihat ke langit tanpa melihat aku. Aku sempat terbawa suasana yang aneh banget untukku. Belum pernah aku ngerasa tenang banget di samping mulut besar satu ini.</p>
<p>&#8220;Tau ga, selama ini Ndy sayang banget ma Tia. Ndy pengen selalu ada di samping Tia, ngejaga Tia, dan bisa selalu buat Tia bahagia.&#8221; Katanya lagi tapi kali ini dia mengatakannya dengan menatap mataku.</p>
<p>Aku yang sempat ga sadarkan diri, akhirnya berkata &#8220;Gila, rayuan mautnya keluar. Dapat contekkan dari mana nih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ndy dapat kata-kata ini dari Tia, setiap ngeliat Tia kata-kata itu selalu hadir, Ndy ingin menjadi orang yang paling dicintai Tia tapi Ndy ga pernah punya keberanian untuk ungkapin ini semua.&#8221; Katanya.</p>
<p>&#8220;Tapi, aku ga ngerti. Aku ga bisa ngomong apa-apa.&#8221; Kataku dengan muka culunku.</p>
<p>Ndy tersenyum dan berkata &#8220;Ndy ga minta Tia ngomong sesuatu. Ndy Cuma pengen jujur sebelum kita pisah nanti.&#8221; katanya.</p>
<p>Aku masih terdiam, muka Ndy begitu serius mengatakan semunya.</p>
<p>&#8220;Tenang, Yus. Ga usah dipikirin. Gimana pun Ndy yakin, Ndy tetap jadi cowok yang paling ganteng dan bakalan dikangenin ma Tia.&#8221; Katanya sambil tertawa dan mulai lagi deh comelnya.</p>
<p align="center">
<p>Gila, sudah seminggu berlalu, tetapi aku masih teringat dengan kata-kata Endy. Bahkan aku sekarang merasa rindu, ingin mendengarkan lagi kata-kata itu. Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi. Apa aku juga merasa yang sama dengan dirinya? Ga, itu ga boleh terjadi. Dia adalah teman dekatku, ga mungkin bisa menjadi kekasihku. Tapi gimana pun aku harus mengatakan semua perasaan aneh ini ke Endy sebelum aku berangkat ke yogja. Biar beban pikiran ini menghilang, dan aku kembali normal tanpa perasaan aneh ini.</p>
<p>Tok tok tok.</p>
<p>Tiba-tiba pintu kamarku bersuara.</p>
<p>&#8220;Siapa?&#8221; tanyaku.</p>
<p>Wuih, kepala Vida nimbul di balik pintu.</p>
<p>&#8220;Lagi ngapain sih? Vida pengen curhat nih.&#8221; Katanya sambil berbaring di kasurku yang empuk tanpa ku persilahkan masuk.</p>
<p>&#8220;Salah ga sih kalau kita suka ma sobat kita sendiri?&#8221; tanyanya.</p>
<p>Aku terkejut, seumur-umur aku temanan ma Vida, dia belum pernah jatuh cinta. Pernah sih, tapi itu waktu SMP. Itu juga karena aku yang maksa-maksa dia untuk terima cowok itu.</p>
<p>&#8220;Ce ile, lagi jatuh cinta nih, non? Sama siapa?&#8221; tanya ku sambil menggodanya.</p>
<p>&#8220;Vida ga tau dari kapan merasakan perasaan ini. Vida ngerasa aman bila di dekat cowok ini, Vida pengen selalu berada di sampingnya dan bahkan Vida cemburu bila dia dekat dengan cewek lain. Vida pengen dia jadi pacar Vida. Vida yakin dia adalah cowok yang terbaik untuk Vida, karena dia berhasil merebut hati Vida.&#8221; Ceritanya panjang lebar sambil memeluk Katty, boneka kesayanganku.</p>
<p>&#8220;Siapa sih cowok yang beruntung itu?&#8221; tanyaku kembali.</p>
<p>&#8220;Endy&#8221; jawabnya pelan.</p>
<p>Mataku melotot, jantungku seketika berhenti berdetak dan dadaku terasa sesak mendengar nama orang yang dicintai sahabatku. &#8216;Endy?&#8217; cowok yang juga udah mengacaukan hati dan perasaanku. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?</p>
<p>&#8220;Tia, kok diam sih? Salah ya kalau Vida suka sama Endy?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Ga kok say, Endy pantas ngedapati cewek sebaik Vida. Kalian pasti cocok kok.&#8221; Jawabku sambil merangkulnya.</p>
<p>Malam itu adalah malam saat hatiku berkata untuk mengatakan apa yang aku rasa pada Endy dan sekaligus malam saat hatiku berkata bahwa aku harus mengabaikan semua perasaanku dan aku harus pergi meninggalkannya. Menghilang tanpa harus jujur dan tanpa meninggalkan jejak, agar Endy dapat merasakan cinta Vida yang tulus unutuknya.</p>
<p align="center">
<p>Hari ini adalah pengumum kelulusanku. Di satu sisi hatiku begitu bahagia, karena aku lulus sekolah dan bisa melepaskan seragam putih abu-abu itu menjadi anak kuliahan. Tapi di sisi lainnya aku merasa sedih karena harus meninggalkan Endy tanpa mengatakan kalau aku pun ternyata menyayanginya.</p>
<p>Hari ini aku tidak ingin berjumpa dengannya. Aku harus pulang ke rumah dan segera berangkat ke Jogja tanpa menemuinya untuk pamit. Samar-samar aku mendengar suaranya memanggil namaku. Aku tau dia ada di belakangku. Tapi aku tak menghiraukannya dan langsung pergi dengan mengendarai mobilku. Dengan laju ku tancap mobilku, aku benar-benar ingin menghilang darinya. Ternyata dia mengejarku dengan Vespanya, dan aku tetap melaju. Sampai aku melewati persimpangan, aku tak melihatnya lagi dari kaca spionku. Pasti dia tertinggal jauh, karena dia hanya mengejarku dengan Vespa. Dan akhirnya aku pergi meninggalkan kota ini.</p>
<p>Setahun telah berlalu. Aku benar-benar menghilang dari mereka. Bahkan sampai di Jogja pun aku tak berusaha menghubungi mereka. Dan aku juga meminta keluargaku untuk merahasiakan alamat dan nomorku di Jogja, alas an yang ku berikan hanya karena ingin konsentrasi kuliah tanpa ada yang mengganggu.</p>
<p>Sekarang aku kangen banget kotaku. Aku pulang ke kota kelahiranku yang penuh dengan kenangan bersama Endy dan Vida. Apa kabar mereka ya? Aku kangen banget ma mereka. Moga mereka baik-baik aja.</p>
<p>Sampai aku di bandara, dari kejauhan ada cowok separuh baya melambaikan tanganya kepadaku. Siapa dia? Karena aku penasaran aku berjalan mendekatinya.</p>
<p>&#8220;Tia kan? Apa kabar?&#8221; tanyanya sambil menyalamiku.</p>
<p>&#8220;Om Herman? Baik, Om. Om, dari mana?&#8221; tanyaku kembali. Ternyata dia ayah Endy.</p>
<p>&#8220;Dari Surabaya, ada tugas dari kantor.&#8221; Jawabnya.</p>
<p>&#8220;Gimana kabar Endy, Om?&#8221;tanyaku.</p>
<p>Wajah Om Herman yang ceria tiba-tiba menampakkan raut kesedihan.</p>
<p>&#8220;Ayo ikut Om.&#8221; Ajaknya lalu pergi tanpa menunggu jawaban apakah aku mau ikut atau tidak.</p>
<p>Aku pun akhirnya ikut bersama Om Herman. Sepanjang perjalanan aku dan Om Herman tidak pernah berbicara. Hanya sesekali kami saling bertatap mata. Aku pun pasrah kemana aku akan dibawa. Hingga mobil kami berhenti di sebuah pemakaman, aku masih tidak mengerti kenapa aku dibawa ke sini. Aku mengikuti langkah Om Herman, sampai ia berhenti tepat di sebuah makam. Tiba-tiba aku begitu lemas, sejenak aku tak dapat bernafas, dadaku terasa sesak, bahkan kakiku seperti tidak mampu untuk menopang badanku hingga aku berlutut di depan makam itu. Air mataku pun mengalir deras di celah-celah mataku, tak dapat ku bendung lagi. Aku terus menatap batu nisan itu, di situ tertulis &#8216;Hendy Prayoga&#8217;. Aku bagaikan disambar petir di siang bolong. Aku masih tak percaya bahwa ini adalah tempat perbaringan terakhir sahabatku.</p>
<p>&#8220;Endy kecelakaan saat mengejar kamu di hari kelulusan kalian. Dia begitu kencang membawa Vespanya dan waktu di persimpangan ada truk besar yang berbelok ke arahnya. Dan akhirnya kecelakaan itu terjadi.&#8221;cerita Om Herman dengan suara terbata-bata.</p>
<p>&#8220;Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit sampai dia menutup matanya, dia selalu memanggil nama kamu, Tia. Om sudah berusaha menghubungi kamu tapi Om tidak berhasil. Doakan saja dia Tia biar dia tenang di sana.&#8221; Kata Om Herman sambil pergi melangkah meninggalkanku di makam Endy.</p>
<p>Aku masih tetap tak percaya, ternyata aku benar-benar menjauhkannya dari hidupku, bukan hanya untuk sementara tetapi untuk selamanya. Aku menyesal karena aku belum mengatakan apa yang seharusnya aku katakan.</p>
<p>&#8216;Endy&#8217; sahabatku, maafkan aku yang tak berada di sampingmu saat detik-detik terakhirmu. Maafkan aku yang telah mengecewakanmu. AKU MENCINTAIMU SAHABAT SEJATIKU.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">Tulisan ini terinspirasi dari curhatan teman awak yang kehilangan sahabat terdekatnya.</p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=29&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/endy-terkasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/tanya/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/tanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarian Tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Saat perbedaan mulai tak dapat didamaikan Hariku terasa kosong Perih hati membuat hambar Terkuras lelah berlari Mencari kedamaian hati yang pergi menjauh Terkurung dalam luka hatiku Letih tertatih dalam marahku Ketika kata tak sanggup meluruskan Saat air mata tak mampu meluluhkan Ku terus mencoba menyelusuri setiap ruang hati Tak ada kata menyerah bagiku Berharap dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=27&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p>Saat perbedaan mulai tak dapat didamaikan</p>
<p>Hariku terasa kosong</p>
<p>Perih hati membuat hambar</p>
<p>Terkuras lelah berlari</p>
<p>Mencari kedamaian hati yang pergi menjauh</p>
<p>Terkurung dalam luka hatiku</p>
<p>Letih tertatih dalam marahku</p>
<p>Ketika kata tak sanggup meluruskan</p>
<p>Saat air mata tak mampu meluluhkan</p>
<p>Ku terus mencoba menyelusuri setiap ruang hati</p>
<p>Tak ada kata menyerah bagiku</p>
<p>Berharap dapat runtuhkan tembok ego</p>
<p>Agar sinar cerah hadir</p>
<p>Menuntun hati yang mulai gelap</p>
<p>Namun semua tak kunjung ku temui</p>
<p>Apa perpisahan itu yang harus terjadi?</p>
<p>Tak adakah jalan lain tuk melangkah?</p>
<p>Jika masih ada</p>
<p>Tuntunlah aku kembali ke indahnya</p>
<p>Karena aku masih memiliki cinta itu</p>
<p>Tetapi jika tak lagi ada</p>
<p>Biarlah semua terjadi</p>
<p>Aku rela walaupun itu menyakitkan</p>
<p>Karena batas sabarku telah terlewatkan</p>
<p style="text-align:right;">By: Feliris</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=27&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/tanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Orang-orang Terkasihku</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/untuk-orang-orang-terkasihku/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/untuk-orang-orang-terkasihku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Omelan qu`]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita telah memilih seseorang untuk menjadi terkasih di hati kita, berarti kita telah menjadikan dirinya sebagai bagian dari hidup kita. Dimana ketika dia merasakan sakit, kita pun akan merasakan hal yang sama. Ketika dia merasa bahagia, itupun adalah bahagia kita. Semua kekurangannya kita terima untuk kita bungkus dengan kelebihan kita, dan semua kelebihan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=24&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p>Saat kita telah memilih seseorang untuk menjadi terkasih di hati kita, berarti kita telah menjadikan dirinya sebagai bagian dari hidup kita. Dimana ketika dia merasakan sakit, kita pun akan merasakan hal yang sama. Ketika dia merasa bahagia, itupun adalah bahagia kita. Semua kekurangannya kita terima untuk kita bungkus dengan kelebihan kita, dan semua kelebihan yang dimilikinya kita terima untuk melengkapi kekurangan kita. Tanpa kita sadari, rasa sayang yang kita miliki untuk dirinya akan mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita miliki, belajar untuk menerima perbedaan, belajar untuk saling pengertian, belajar untuk menjaga kesetiaan, bahkan belajar untuk mencintai kekurangannya. Masih banyak hal lainnya yang mungkin belum kita sadari kehadirannya.</p>
<p>Kita dan dirinya memang tak kan pernah sama, akan begitu banyak perbedaan di antara kita dan dia. Saat itulah peperangan ego akan segera di mulai. Jika kita tak dapat mendamaikan peperangan ego itu, maka hadirlah keraguan. Nah, cinta kita pun mulai diuji untuk mengetahui seberapa besar kita mencintainya dan seberapa besar kita membutuhkan dirinya. Itu semua memang membutuhkan proses, dan kelak sepanjang perjalanan cinta itu akan mendewasakan diri kita.</p>
<p>Cinta itu bukan untuk dijadikan suatu permasalahan dan bukan untuk menambah beban hati dan pikiran. Karena alunan cinta itu terlalu indah untuk kita menjadikannya suatu kebencian. Jika kita memang sudah mulai kelelahan untuk berjalan di arena cinta itu, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lalu simpan semua persediaan untuk menguatkan kita berjalan kembali di arena cinta itu, yaitu rasa sayang, cinta, pengertian, kejujuran, dan apapun itu yang dibutuhkan cinta kita. Berusahalah semampu kita untuk bisa sampai di tujuan terakhir cinta kita. Tetapi jika kita benar-benar sudah merasakan kelelahan dan sudah tak sanggup lagi untuk melangkah, berhenti dan berpalinglah. Karena bagaimanapun sudah ada yang berkuasa untuk menentukan semuanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=24&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/untuk-orang-orang-terkasihku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/salah/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/salah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarian Tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kita anggap nyata, itu yang semu. Apa yang kita anggap mengenal tentang kita, itu yang sama sekali buta tentang kita. Apa yang kita anggap mengerti tentang kita, itu yang tak pernah mengerti tentang kita. Apa yang kita anggap dapat dipercaya, itu yang bisa mengkhianati kita. Apa yang kita anggap dapat menjaga kita, itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=22&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kita anggap nyata, itu yang semu.</p>
<p>Apa yang kita anggap mengenal tentang kita, itu yang sama sekali buta tentang kita.</p>
<p>Apa yang kita anggap mengerti tentang kita, itu yang tak pernah mengerti tentang kita.</p>
<p>Apa yang kita anggap dapat dipercaya, itu yang bisa mengkhianati kita.</p>
<p>Apa yang kita anggap dapat menjaga kita, itu pula yang dapat menusuk kita.</p>
<p>Banyak hal pula yang kita tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi di sekitar kita.</p>
<p>Semua yang kita dengar indah, ternyata itulah yang begitu pahit.</p>
<p>Semua yang kita rasa mudah untuk diterima, itu yang sukar.</p>
<p>Jadi, jika semua itu benar masih adakah yang dapat untuk kita sebut teman??</p>
<p>Aku baru terbangun dari mimpi burukku.</p>
<p>Apa yang kita anggap dekat ternyata itu begitu jauh.</p>
<p>Dimana mawar itu begitu indah dipandang.</p>
<p>Setia menebarkan harumnya.</p>
<p>Menarik semua perhatianku.</p>
<p>Bermain di warna-warni pesonanya.</p>
<p>Sampai aku tak hiraukan teratai indah yang tumbuh di sekelilingku.</p>
<p>Tapi ternyata duri mawar menusuk tanganku.</p>
<p>Dan begitu cepat berlalu setelah angin berhembus menggugurkannya.</p>
<p>Begitu sulit untuk menegakkan kembali kepalaku.</p>
<p>Ternyata aku menari di ujung-ujung duri tajam.</p>
<p>Menyirami tangkai-tangkai berduri.</p>
<p>Yang siap kapan saja melukaiku.</p>
<p>Melupakan manisnya pandangan lainku.</p>
<p>Mengecewakan setiap tetes embun pagi.</p>
<p>Karena semua berlalu dengan sia-sia.</p>
<p>Aku terdiam di dinginnya hembusan angin yang berlalu.</p>
<p>Tak sanggup tuk menatap apa yang ada di sekelilingku.</p>
<p>Maafkan jika teratai itu pernah aku abaikan karena ia begitu jauh.</p>
<p>Maafkan jika aku tak sempat melihat keindahannya.</p>
<p>Maafkan jika aku tak berusaha tuk menggapainya.</p>
<p>Walau aku tau kata maaf  begitu terlambat tuk diucapkan.</p>
<p>Setelah teratai itu kekeringan menanti datangnya hujan di kemarau ini.</p>
<p style="text-align:right;">By: Feliris</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=22&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya Kata Maaf</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/hanya-kata-maaf/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/hanya-kata-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarian Tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin aku takkan bisa mendapatkannya kembali Hanya dalam mimpi ku bisa melakukannya Jujur dengan semua perasaanku Maaf atas semua kesalahanku Sesal dengan semua egoku Tak mungkin kembali hadir di hatinya Semua akan sia-sia Ku tau dia telah pergi jauh Pergi bersama luka hatinya Di sana dia telah menghempas semua tentangku Menghilangkan jejak hatiku di hatinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=20&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin aku takkan bisa mendapatkannya kembali</p>
<p>Hanya dalam mimpi ku bisa melakukannya</p>
<p>Jujur dengan semua perasaanku</p>
<p>Maaf atas semua kesalahanku</p>
<p>Sesal dengan semua egoku</p>
<p>Tak mungkin kembali hadir di hatinya</p>
<p>Semua akan sia-sia</p>
<p>Ku tau dia telah pergi jauh</p>
<p>Pergi bersama luka hatinya</p>
<p>Di sana dia telah menghempas semua tentangku</p>
<p>Menghilangkan jejak hatiku di hatinya</p>
<p>Dan aku di sini melayang jauh darinya</p>
<p>Mencoba menggapai dan berharap maaf darinya</p>
<p>Sadarku bahwa cinta tak lagi ada &#8216;tukku</p>
<p>Kepercayaan atas kesetiaan t&#8217;lah hilang</p>
<p>Kebahagiaan bersamaku terhapuskan</p>
<p>Dan semua t&#8217;lah diakhirinya</p>
<p>Tapi tetap ku ingin dia tau</p>
<p>Bahwa maaf darinya berharga</p>
<p>Untukku bisa menata kembali hatiku</p>
<p>Yang selalu dihantui rasa bersalah di hatiku</p>
<p>Karena ku t&#8217;lah melakukan kesalahan</p>
<p>Melukai hati lelaki yang ku sayangi.</p>
<p style="text-align:right;">By: Feliris</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=20&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/hanya-kata-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Hati</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/rahasia-hati/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/rahasia-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarian Tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Perpisahan itu t&#8217;lah begitu lama terjadi Tapi sampai detik ini waktu tak jua memihak padaku Walau hanya sekedar untuk mengatakan penyesalan ini Dan menghapus semua kesalahpahaman yang terus melekat di hatinya Yang membuat dia begitu membenciku Mungkin kata-kata itu tak dia ucapkan Tapi aku dapat meraba hatinya Aku dapat merasakan dari sikapnya yang dingin Membuatku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=17&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perpisahan itu t&#8217;lah begitu lama terjadi</p>
<p>Tapi sampai detik ini waktu tak jua memihak padaku</p>
<p>Walau hanya sekedar untuk mengatakan penyesalan ini</p>
<p>Dan menghapus semua kesalahpahaman yang terus melekat di hatinya</p>
<p>Yang membuat dia begitu membenciku</p>
<p>Mungkin kata-kata itu tak dia ucapkan</p>
<p>Tapi aku dapat meraba hatinya</p>
<p>Aku dapat merasakan dari sikapnya yang dingin</p>
<p>Membuatku membeku setiap aku di dekatnya</p>
<p>Yang selalu ingin menghapus aku dari hidupnya</p>
<p>Aku pun sadar semua kata-kata ini tak berguna</p>
<p>Tak ada lagi ruang di hatinya untukku</p>
<p>Walau hanya sekedar sebagai kenangan</p>
<p>Semua dia hapus tanpa sisa</p>
<p>Tak jadi masalah buat ku</p>
<p>Jika aku memang tlah tersapu bersih di hatinya</p>
<p>Tapi aku hanya ingin dia  tau</p>
<p>Apa yang kita lihat belum tentu itu yang terjadi</p>
<p>Apa yang kita rasa belum tentu itu nyata</p>
<p>Apa yang kita dengar belum tentu semuanya salah</p>
<p>Aku ingin perpisahan ini tak meninggalkan salah paham</p>
<p>Walau rasa sakit hati itu tak dapat terhilangkan</p>
<p>Akupun tau dia tak mau tau lagi tentangku</p>
<p>Walau aku sudah menangis tersedu</p>
<p>Walau aku tlah berlutut kaku</p>
<p>Bahkan mungkin sampai aku menutup mata</p>
<p>Dia  takkan pernah menatapku</p>
<p>Bukan cinta itu yang ku harap darinya</p>
<p>Bukan kenangan yang tersimpan di hati yang ku minta</p>
<p>Bahkan kata maaf pun begitu sulit tuk ku dapatkan</p>
<p>Aku begitu sadar atas salahku yang tak mungkin mendapatkan itu kembali</p>
<p>Aku hanya ingin perpisahan ini tak meninggalkan kesalahpahaman</p>
<p>Yang dapat menghapus semua kegelisahanku selama ini</p>
<p>Agar aku mampu untuk memaafkan diriku sendiri</p>
<p style="text-align:right;">By: Feliris</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=17&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/rahasia-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta Cinta</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/peta-cinta/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/peta-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarian Tinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Dimana letak cinta??? Lelaki pernah berkata &#8220;dari mata turun ke hati&#8221; Sedangkan wanita berkata &#8220;dari telinga turun ke hati&#8221; Apa yang dilihat lelaki Jika dapat menggetarkan hatinya Maka mereka menyebutnya cinta Sedangkan apa yang didengar wanita Jika dapat menggetarkan hatinya Baru mereka bilang itu cinta Bahkan seorang seniman pernah berkata Sentuhlah dia tepat di hatinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=15&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Dimana letak cinta???</p>
<p align="center">Lelaki pernah berkata</p>
<p align="center">&#8220;dari mata turun ke hati&#8221;</p>
<p align="center">Sedangkan wanita berkata</p>
<p align="center">&#8220;dari telinga turun ke hati&#8221;</p>
<p align="center">
<p align="center">Apa yang dilihat lelaki</p>
<p align="center">Jika dapat menggetarkan hatinya</p>
<p align="center">Maka mereka menyebutnya cinta</p>
<p align="center">Sedangkan apa yang didengar wanita</p>
<p align="center">Jika dapat menggetarkan hatinya</p>
<p align="center">Baru mereka bilang itu cinta</p>
<p align="center">
<p align="center">Bahkan seorang seniman pernah berkata</p>
<p align="center">Sentuhlah dia tepat di hatinya</p>
<p align="center">Dan dia akan menjadi milikmu selamanya</p>
<p align="center">
<p align="center">Hati kita adalah ibukota cinta</p>
<p align="center">Karena dari ujung rambut sampai ujung kaki</p>
<p align="center">Akan turun ke hati</p>
<p align="center">Semua akan bermuara di hati</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="right">By; Feliris</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=15&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/peta-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bocah dan Kebosananku</title>
		<link>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/bocah-dan-kebosananku/</link>
		<comments>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/bocah-dan-kebosananku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 11:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>feliris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Omelan qu`]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feliris.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[(Part. 2  &#8220;Skripsi&#8230; Oh&#8230; Skripsi&#8230;&#8221;) Hari ini aku suntuk banget. Sudah beberapa bulan ini pikiranku dikuasai oleh lembaran-lembaran skripsiku. Bagaikan hantu yang terus hadir di hariku. Aku lagi makan pasti ingat skripsi, mau tidur ingat skripsi, mau pergi juga ingat skripsi (kayak lagu Duo Maia aja, hehehe). Lagi di rumah pertanyaan yang terdengar dari ortu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=12&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">(Part. 2  &#8220;Skripsi&#8230; Oh&#8230; Skripsi&#8230;&#8221;)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-13" title="123456" src="http://feliris.files.wordpress.com/2008/12/123456.jpg?w=600" alt="123456"   />Hari ini aku suntuk banget. Sudah beberapa bulan ini pikiranku dikuasai oleh lembaran-lembaran skripsiku. Bagaikan hantu yang terus hadir di hariku. Aku lagi makan pasti ingat skripsi, mau tidur ingat skripsi, mau pergi juga ingat skripsi <em>(kayak lagu Duo Maia aja, hehehe)</em>. Lagi di rumah pertanyaan yang terdengar dari ortu <em>&#8220;kapan selesai skripsinya?&#8221;</em>, ketika di kampus pertanyaan yang terlontar dari bibir orang <em>&#8220;sudah sampai bab berapa skripsinya?&#8221;</em>, terus kalau ketemu teman lama yang sudah wisuda pertanyaan yang hadir <em>&#8220;kapan wisuda?&#8221;.</em> Huh!! Capek deh&#8230; Kayaknya aku ingin menyerah aja sampai di sini. Karena skripsiku belum juga kelar. Ada aja yang harus direvisi.</p>
<p>Mungkin hari ini puncak dari semua kebosananku dengan yang namanya skripsi. Aku malas untuk melakukan apapun. Bahkan untuk melihat skripsiku aja aku tuh malas. Jadi, aku putuskan satu hari ini aku jalan-jalan tanpa memikirkan skripsiku dulu. Off deh untuk hari ini <em>(hehehe, cam betul aja)</em>.</p>
<p>Tujuan awal aku ingin ke suatu tempat yang luas dan bisa menjerit sepuas hatiku. Aku memutuskan untuk pergi ke laut bersama abang dan calon kakak iparku <em>(amiin, moga jadi ye&#8230;)</em>. Itu pun atas rayuan pulau kelapa dulu baru abangku mau diajak jalan. Sampai di laut daerah Belawan, aku mencari posisi yang asyik untuk melepaskan pandanganku. Maksud hati ingin mendapat pemandangan yang bagus, tapi ternyata lautnya dihadari oleh tamu tak diundang alias sampah. Kacian banget lautnya, dia kan bukan tempat sampah.</p>
<p>Akhirnya aku dapat tempat yang lumayan enak. Aku duduk di antara tumpukkan batu di bibir pantai. Ku biarkan angin membelai lembut wajahku. Ku tutup mata. Aku ingin sejenak mengosongkan semua penat di kepalaku. Setelah sedikit tenang, aku berdiri dan sekuat tenaga berteriak &#8220;aaaaaaaaa&#8230;..&#8221; (Cuma &#8216;a&#8217; aja, karena kalau a sampai z ntar dipikir lagi belajar membaca).</p>
<p>Menjelang petang aku dan abangku beserta sang kekasih memutuskan untuk kembali ke istanaku <em>(ehm&#8230; ehm&#8230;)</em>. Sepanjang perjalan pandanganku terus keluar kaca mobil. Entah apa yang aku cari. Sampai mobilku memasuki perumahan yang lumayan terkenal di Medan, rencananya mau makan bakso gepeng. Ketika mobilku di perempatan, aku melihat bocah laki-laki sedang duduk termenung di sudut jalan sambil memangku sebuah tampah berisi bungkusan-bungkusan daun pisang. Aku tersentak melihatnya dan langsung meminta abangku untuk berhenti. Lalu aku turun dan menghampirinya. Aku bertanya tentang jualan yang dibawanya. Ternyata ia jualan tape singkong dan pulut. Aku pun tergiur untuk mencoba sebungkus karena emang dari dulu aku suka banget sama tape. Sambil makan aku bercerita dengan bocah itu. Dia tiap hari berjualan setelah pulang sekolah untuk membantu biaya sekolahnya. Hari ini dia sedih karena dari tadi siang belum ada yang membeli tapenya. Padahal malam telah menyapa. Kalau tapenya belum terjual berarti hari ini dia rugi dan ga dapat uang untuk ditabung. Aku salut sama bocah itu, walau kondisi keuangan keluarganya morat-marit tapi semangat untuk sekolah tinggi banget. Nah, aku yang semua keperluan pendidikan tinggal minta sama ortu tapi masih aja malas-malasan, malah mau menyerah lagi.</p>
<p>Selesai bercerita, aku meminta si bocah membungkuskan aku beberapa tape pulutnya untuk dibawa pulang. Aku berharap semoga itu bisa membantunya. Semangatku yang tadinya layu <em>(bunga kale&#8230;)</em> kembali hadir setelah bertemu bocah itu dan begitu senang ketika senyum mungil hadir di wajahnya.</p>
<p>Mobilku kembali berjalan, berlahan pergi meninggalkan bocah itu. Aku merasa bersalah dengan ortuku yang telah banting tulang untuk membiayai anaknya tapi aku malah mati oleh kebosananku sendiri untuk mengerjakan skripsi.</p>
<blockquote><p>&#8220;Mama&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Papa&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Maafkan aku ya, aku hampir aja mengecewakan kalian. Aku janji akan menjadi anak yang baik hati, baik budi, dan semuanya deh. Aku juga janji akan semangat lagi mengerjakan skripsiku sampai tuntas.&#8221; Amiin&#8230;</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feliris.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feliris.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feliris.wordpress.com&amp;blog=5855272&amp;post=12&amp;subd=feliris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feliris.wordpress.com/2008/12/25/bocah-dan-kebosananku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfaa4426b1e46c748209d8b9494214ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">feliris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feliris.files.wordpress.com/2008/12/123456.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">123456</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
