Untuk Orang-orang Terkasihku

Saat kita telah memilih seseorang untuk menjadi terkasih di hati kita, berarti kita telah menjadikan dirinya sebagai bagian dari hidup kita. Dimana ketika dia merasakan sakit, kita pun akan merasakan hal yang sama. Ketika dia merasa bahagia, itupun adalah bahagia kita. Semua kekurangannya kita terima untuk kita bungkus dengan kelebihan kita, dan semua kelebihan yang dimilikinya kita terima untuk melengkapi kekurangan kita. Tanpa kita sadari, rasa sayang yang kita miliki untuk dirinya akan mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita miliki, belajar untuk menerima perbedaan, belajar untuk saling pengertian, belajar untuk menjaga kesetiaan, bahkan belajar untuk mencintai kekurangannya. Masih banyak hal lainnya yang mungkin belum kita sadari kehadirannya.

Kita dan dirinya memang tak kan pernah sama, akan begitu banyak perbedaan di antara kita dan dia. Saat itulah peperangan ego akan segera di mulai. Jika kita tak dapat mendamaikan peperangan ego itu, maka hadirlah keraguan. Nah, cinta kita pun mulai diuji untuk mengetahui seberapa besar kita mencintainya dan seberapa besar kita membutuhkan dirinya. Itu semua memang membutuhkan proses, dan kelak sepanjang perjalanan cinta itu akan mendewasakan diri kita.

Cinta itu bukan untuk dijadikan suatu permasalahan dan bukan untuk menambah beban hati dan pikiran. Karena alunan cinta itu terlalu indah untuk kita menjadikannya suatu kebencian. Jika kita memang sudah mulai kelelahan untuk berjalan di arena cinta itu, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lalu simpan semua persediaan untuk menguatkan kita berjalan kembali di arena cinta itu, yaitu rasa sayang, cinta, pengertian, kejujuran, dan apapun itu yang dibutuhkan cinta kita. Berusahalah semampu kita untuk bisa sampai di tujuan terakhir cinta kita. Tetapi jika kita benar-benar sudah merasakan kelelahan dan sudah tak sanggup lagi untuk melangkah, berhenti dan berpalinglah. Karena bagaimanapun sudah ada yang berkuasa untuk menentukan semuanya.


About this entry