Salah

Apa yang kita anggap nyata, itu yang semu.

Apa yang kita anggap mengenal tentang kita, itu yang sama sekali buta tentang kita.

Apa yang kita anggap mengerti tentang kita, itu yang tak pernah mengerti tentang kita.

Apa yang kita anggap dapat dipercaya, itu yang bisa mengkhianati kita.

Apa yang kita anggap dapat menjaga kita, itu pula yang dapat menusuk kita.

Banyak hal pula yang kita tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi di sekitar kita.

Semua yang kita dengar indah, ternyata itulah yang begitu pahit.

Semua yang kita rasa mudah untuk diterima, itu yang sukar.

Jadi, jika semua itu benar masih adakah yang dapat untuk kita sebut teman??

Aku baru terbangun dari mimpi burukku.

Apa yang kita anggap dekat ternyata itu begitu jauh.

Dimana mawar itu begitu indah dipandang.

Setia menebarkan harumnya.

Menarik semua perhatianku.

Bermain di warna-warni pesonanya.

Sampai aku tak hiraukan teratai indah yang tumbuh di sekelilingku.

Tapi ternyata duri mawar menusuk tanganku.

Dan begitu cepat berlalu setelah angin berhembus menggugurkannya.

Begitu sulit untuk menegakkan kembali kepalaku.

Ternyata aku menari di ujung-ujung duri tajam.

Menyirami tangkai-tangkai berduri.

Yang siap kapan saja melukaiku.

Melupakan manisnya pandangan lainku.

Mengecewakan setiap tetes embun pagi.

Karena semua berlalu dengan sia-sia.

Aku terdiam di dinginnya hembusan angin yang berlalu.

Tak sanggup tuk menatap apa yang ada di sekelilingku.

Maafkan jika teratai itu pernah aku abaikan karena ia begitu jauh.

Maafkan jika aku tak sempat melihat keindahannya.

Maafkan jika aku tak berusaha tuk menggapainya.

Walau aku tau kata maaf  begitu terlambat tuk diucapkan.

Setelah teratai itu kekeringan menanti datangnya hujan di kemarau ini.

By: Feliris


About this entry